NAMA: MUHAMMAD HAFIZH AULIA
KELAS: X UNGGULAN 1
ALAMAT: DUTA MEKAR ASRI BLOK
O4 NO 25
HOBI: BERMAIN FUTSAL
MOTTO HIDUP: Ingin menjadi
yang terbaik dari yang terbaik
GAYA BELAJAR: AUDITORIAL
No. HP: 087873238929
Sinopsis Harry Potter and The Sorcerer’s Stone
Pada suatu pagi dalam
perjalanannya menuju ke kantor, paman Vernon Dursley melihat banyak hal-hal
aneh yang terjadi. Ia melihat kucing yang dapat membaca peta di sudut jalan
Privet Drive, orang-orang yang memakai jubah hitam, dan burung hantu yang
terbang di siang hari.
Paman Dursley berfikir bahwa kejadian aneh tersebut ada hubungannya dengan saudara iparnya yang bernama Lily dan Potter. Paman Dursley adalah orang yang tidak percaya pada hal-hal yang misterius atau berkekuatan gaib. Oleh karena itu, ia dan istrinya yang bernama Petunia tidak mau jika mereka berdua dihubungkan dengan Lily dan Potter sebagai penyihir. Paman Dursley dan bibi Petunia tinggal Privet Drive no. 4 Inggris bersama dengan anak mereka yang bernama Dudley dan seorang keponakan yang bernama Harry Potter.
Paman Dursley berfikir bahwa kejadian aneh tersebut ada hubungannya dengan saudara iparnya yang bernama Lily dan Potter. Paman Dursley adalah orang yang tidak percaya pada hal-hal yang misterius atau berkekuatan gaib. Oleh karena itu, ia dan istrinya yang bernama Petunia tidak mau jika mereka berdua dihubungkan dengan Lily dan Potter sebagai penyihir. Paman Dursley dan bibi Petunia tinggal Privet Drive no. 4 Inggris bersama dengan anak mereka yang bernama Dudley dan seorang keponakan yang bernama Harry Potter.
Sementara itu, Albus
Dumbledore kepala sekolah penyihir Hogwarts bertemu Profesor Minerva
McGonagall, yang juga guru di Hogwarts, serta seorang raksasa yang bernama
Hagrid di luar rumah keluarga Dursley. Dumbledore bercerita bahwa Voldemort
telah membunuh Lily dan Potter, tetapi ia tidak berhasil membunuh bayi mereka
yang bernama Harry. Dumbledore menyelamatkan Harry dan menaruhnya di depan
pintu rumah keluarga Dursley yang mempunyai hubungan keluarga dengan Harry.
Dumbledore berencana memberikan surat pada Harry yang isinya mengajak Harry
untuk bersekolah di Hogwarts.
Saat ulang tahun
Dudley yang ke-10 Harry diajak ke kebun binatang. ketika berada di depan
kandang ular boa pembelit dari Brazil, tiba-tiba ular itu membuka matanya dan
seakan-akan berkata bahwa ia bosan berada disitu. Tiba-tiba kaca bagian depan
kandang ular lenyap dan ular itu meluncur keluar. Paman Dursley menghukum Harry
atas kejadian tadi.
Surat misterius yang
ditujukan untuk Harry datang ke rumah keluarga Dursley. Surat itu datang terus
dan jumlahnya semakin banyak. Dursley marah ketika Harry meminta surat
tersebut. Akhirnya Dursley membawa keluarganya mengungsi ke gubuk kecil diatas
karang besar yang menjorok ke laut. Tepat jam dua belas malam saat ulang tahun
Harry yang ke-11 ada seorang raksasa yang menemuinya ke gubuk bersamaan dengan
badai dan ombak besar yang menghantam batu karang. Raksasa itu bernama Hagrid.
Ia membawa surat dari Prof. McGonagall untuk membawa Harry ke Hogwarts. Hagrid
juga menceritakan tentang ayah ibu Harry yang meninggal karena di bunuh
Voldemort. Luka yang ada di dahi Harry juga karena Voldemort yang berusaha
membunuhnya, tetapi gagal. Harry terkejut mendengar cerita Hagrid bahwa ayah
dan ibunya penyihir terkenal.
Hagrid membawa Harry
ke London untuk berbelanja berbagai keperluan sekolahnya di Hogwarts. Sebelum
belanja, Hagrid mengajak Harry ke Gringotts untuk mengambil uang. Gringotts
adalah nama bank tempat penyihir menyimpan uang. Setelah mengambil uang, Hagrid
dan Harry berbelanja. Di toko Madam Malkin, Harry bertemu Darco Malfoy yang
sombong dan arogan. Ia memamerkan berbagai benda dan hal-hal yang berkaitan
dengan dunia sihir hingga membuat Harry muak padanya.
Pada tanggal 1
September, Dursley mengantarkan Harry ke stasiun King’s Cross. Harry harus
mencari peron sembilan tiga per empat untuk menemukan kereta Hogwarts Ekspres
yang akan membawanya ke Hogwarts. Harry duduk bersama Ron. Ron banyak bercerita
mengenai dunia sihir yang belum dikenal Harry. Harry dan Ron kemudian
berkenalan dengan Hermione.
Harry harus melewati
seleksi karakter untuk masuk ke kelompok Gryffindor. Saat pelajaran ramuan yang
diajar Prof Severus Snape, Harry dicecar pertanyaan yang semuanya tidak dapat
dijawabnya. Terlihat kebencian dari pandangan Prof. Snape kepada Harry. Harry
menceritakan perlakuan Snape kepada Hagrid saat Hagrid mengundangnya minum teh
di rumahnya. Di rumah Hagrid, Harry membaca artikel yang memuat berita
pencurian yang gagal di ruangan besi no. 713 di Gringotts.
Saat pertandingan
Quidditch pertamanya, sapu Harry menjadi tak terkontrol. Hermione melihat Snape
sedang membaca mantra dan membuat sapu Harry tak terkontrol. Hermione
menghentikan mantra Snape dengan membakar jubah Snape dan kemudian
memadamkannya sebelum Snape tahu Hermione yang melakukannya. Sapu terbang Harry
kembali terkontrol dan Gryffindor berhasil memenangkan pertandingan.
Pada hari natal, Harry mendapat bingkisan dari ayahnya yang dititipkan pada Prof. Dumbledore berupa jubah gaib. Siapapun yang menggunakan jubah itu, maka ia tidak akan terlihat. Harry memakainya untuk mengelilingi ruangan di Hogwarts hingga akhirnya ia menemukan Mirror of Erised. Saat Harry melihat cermin itu, ia dapat melihat kahidupan ayah ibunya.
Pada hari natal, Harry mendapat bingkisan dari ayahnya yang dititipkan pada Prof. Dumbledore berupa jubah gaib. Siapapun yang menggunakan jubah itu, maka ia tidak akan terlihat. Harry memakainya untuk mengelilingi ruangan di Hogwarts hingga akhirnya ia menemukan Mirror of Erised. Saat Harry melihat cermin itu, ia dapat melihat kahidupan ayah ibunya.
Setelah natal berlalu,
Harry, Ron, dan Hermione mulai memecahkan misteri hubungan antara kejadian
perampokan di Gringotts dengan sebuah barang yang dijaga anjing berkepala tiga.
Dari buku yang dibaca di perpustakaan mereka akhirnya mengetahui bahwa yang
dijaga anjing berkepala tiga adalah sebuah batu bertuah yang pernah dibuat oleh
Nicolas Flamel dan Dumbledore serta menjanjikan kehidupan abadi bagi yang
berhasil mendapatkannya. Harry melihat sosok berkerudung meminum darah unicorn.
Unicorn adalah makhluk berkepala manusia tetapi berkaki kuda dan dapat
berbicara. Sosok berkerudung itu mencoba menyerang Harry, namun Harry berhasil
diselamatkan oleh Centaurus yang mengatakan bahwa sosok itu adalah Voldemort.
Harry juga telah mengetahui Voldemort mencoba mencuri batu bertuah.
Harry memutuskan bahwa
ia harus mendapatkan batu bertuah sebelum Voldemort mendapatkannya. Malam
harinya Harry, Ron, dan Hermione mnyelinap masuk ke koridor terlarang di lantai
tiga. Harry harus melewati beberapa rintangan untuk mencapai ruangan tempat
batu bertuah di simpan. Di rintangan pertama Harry berhasil mengalahkan anjing
berkepala tiga dengan memainkan seruling. Harry mendapatkan cara tersebut dari
Hagrid karena anjing itu kepunyaan Hagrid. Permainan catur berhasil di
taklukkan Ron walaupun ia harus terluka dan meminta Harry serta Hermione
melanjutkan rintangan berikutnya. Rintangan selanjutnya, Harry dan Hermione
harus menentukkan ramuan mana yang dapat digunakan untuk membuka pintu.
Hermione berhasil memecahkan teka-teki tersebut. Namun hanya satu orang yang
bisa masuk ke dalam ruang berikutnya untuk melanjutkan permainan. Harry masuk
dan menghadapi rintangan berikutnya. Harry bertemu dengan Quirell pada
rintangan berikutnya dan Quirell ingin membunuh Harry. Mengetahui Harry berniat
mengambil batu bertuah, maka Quirell menyuruh Harry berdiri di depan Mirror of
Erised melihat apa yang terjadi dan mengatakannya pada Quirell. Harry melihat
dirinya mendapatkan batu bertuah dan menyimpannya di saku. Pada saat yang sama
ia merasakan batu itu telah berada di dalam sakunya. Harry berbohong pada
Quirell mengenai apa yang dilihatnya. Tiba-tiba Quirell mengurai surbannya dan
dari belakang kepala tampak sepotong wajah mengerikan. Voldemort telah masuk ke
tubuh Quirell dan menyerang Harry hingga pingsan.
Saat
sadar, Harry berada di rumah sakit ditemani Prof Dumbledore. Dumbledore datang
menyelamatkan Harry pada saat yang tepat. Ia juga mengatakan telah
menghancurkan batu bertuah bersama Nicolas Flamel.Setelah kondisinya pulih,
Harry, Ron, Dan Hermione mendapat poin atas apa yang telah mereka lakukan
sehingga Gryffindor memenangkan piala asrama. Liburan musim panas tiba dan
Harry memilih pulang untuk menghabiskan liburannya bersama keluarga Dursley.


Posting Komentar