BIODATA

Nama : Abdul Jabbar Rafsanjani
Kelas : XU1
Alamat : Taman Raya Citayam D1/10B
TTL : Jakarta 28 februari 1997
Hobby : Tidur
Motto : Be your self!
Cita cita : Musisi
Gaya
belajar : Kinestetik
RIVAL :P
R
|
Uang Rapat osis yang berkapasitas normal 40 orang tampak sesak
pagi itu. Seluruh undangan tidak ada yang melewatkan rapat penentuan calon
ketua OSIS. Panitia 10 orang,16 perwakilan ekskul,ditambah 24 anggota majelis
perwakilan kelas.masing masing kelas mewakilkan 1 oranghadir dan rela duduk
berdesakkan di kursi yang terbatas.
Enam kandidat terpilih : aline, dito, dimas, friska, marcel,
dan raya, duduk menurut urutan dalam pengumuman yang dipasang senin lalu.
Keenamnya tidak menunjukkan wajah tegang, namun dengan alas an yang berlainan.
Aline terlalu percaya diri hingga sedikitpun tidak khawatir aka nkeputusan hari
ini. Demikian pula friska ternyata ia kenal baik lebih dari separuh perwakilan
kelas yang dating. Dito dan dimas tidak terlalu terobsesi dengan posisi ketua
osis, sehingga mereka berfikir “nothing
to lose” terpilih ya sukur enggak terpilih juga gak masalah. Marcel sudah
merasa pesimis sejak awal saat daftar calon itu diumumkan, sehingga ia menduga
dirinya tidak akan melanjutkan perjalanan. Sementara raya berusaha bersikap
setenang mungkin. Ia sangat ingin terpilih, tapi ia sedang mengantisipasi
kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Termaksud melatih wajah kalah.
Hari ini hari minggu yang mendung tapi kelihatannya langit
enggan menumpahkan hujan karena akan segera berlangsung pemilihan tahap ke dua.
Pak taufik,selaku Pembina osis, memberikan sambutan sekaligus membuka
acara.tidak banyak yang beliau sampaikan. Hanya petuah petuah sederhana tentang
bersikap sportif bla…bla..bla yang klise dan usang. Selanjutnya beliau
memberikan seluruhnya proses pada panitia yang diketuai oleh anggara.
Anggara tampil sangat rapih pagi itu. Celana jins hitam yg
belum pudar,kemeja biru langit yang disetrika licin, rambut basah yang disisir
rapih,dan tak lupa semprotan segar cologne khusus cowo yang beraroma maskulin.
Ia member sambutan dengan sempurna. Lucu tapi berisi. Ia lalu melanjutkan
dengan mengenalkan seluruh calon yg sebenarnya sudah dikenal yang sudah dikenal
semua yang ada diruang itu.
Tiga
siswa terbaik dibidang masing masing: ALine, Friska, dan Raya memperebutkan
jabatan terpopuler di SMA, Ketua OSIS tapi… hanya satu orang yang berhak
menduduki posisi itu, apakah orang itu Aline- siswa teladan yang pintar dan
profeksionis ataukah friska cheerleader terhebat yang punya segudang penggemar?
Ataukah raya aktivis pramuka yang gak suka konflik?
Jadi
ketua OSIS itu harus punya catatan prestasi yang bagus di bidang akademis dan
organisasi. Aku punya keduanya dan aku heran waktu nama cewek itu ada di daftar
calon. Yah aku benci cheerleader, lebih dari apapun.(Aline Naomira, Ketua KIR)
Aku akan
nunjukkin ke semua orang, terutama Aline yang sok pintar itu bahwa untuk jadi
ketua OSIS kita gak Cuma harus berotaktapi juga harus beken dan punya banyak
teman. Kayak aku (Friska gunawan, Ketua Cheerleader)
Aku memang bukan calon yang
diandalkan. Tapi aku nggak akan main main. Cita cita mengangkat citra Pramuka
bikin aku bersemangat banget jadi ketua OSIS. Apalagi dua cewek itu sibuk
bertarung sendiri (Raya Ardiansyah, Ketua Pramuka)


Posting Komentar